Langsung ke konten utama

wisata asyik mengitari candi Pawon , magelang



Siapa yang pernah berwisata ke Candi Pawon??? Atau malah sebagian besar kita malah ndak tau dmana letak nya. Candi Pawon berada di jalur menuju borobudur dari arah Pabelan (jalan Jogja - Magelang). letaknya lebih kurang 6,5 km dari ujung jalan pabelan tersebut. Memang secara keterkenalan kompleks candi Pawon kalah tenar dengan dua candi pegapitnya, yaitu candi Borobudur ( berjarak 1750 m) dan candi Mendut (berjarak 1150 m) . 
Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu(=abu) mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur., akan tetapi casparismengartikan perabuan. 
Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta Vajra (=halilintar) dan anala (=api). Di dalam bilik candi ini sudah ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. 
Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (=kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung).
Menarik untuk dijelajahi , ternyata disekitar situ terdapat beberapa sumber mata air dan juga sumur yang masih eksis, meskipun sudah digunakan oleh beberapa generasi. Sebelah timur kompleks ini di terdapat jalur sungai Progo yang mengalir dengan deras dan menunjukkan kepada kita tebing-tebing yang tersusun oleh endapan sedimentasi. Disebelah selatannya terdapat ruah penderes gula jawa dimana kita bisa langsung mencobanya dari dapurnya.
Belum usai disitu saja kita bisa melintasi kawasan ini sambil melihat kerajinan bulu mata –eye lash- samnil menaiki sepeda onthel tua. Anda tertarik???? bisa menikmati sambil belajar sejarah. cP. Eric Jacker 085643710869







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

Emboh …. ga eruh….. (1)

sebuah coretan ga penting   Buram pandangannya sudah, lebih dari 70 tahun dia menikmati asam garam dunia ini, terkadang terasa nikmat garam dunia malah juga terkadang malah membuat perih jika di taruh diatas luka jiwa ini. Terkadang asam ini nikmat sekali apalagi di tambahi dengan potongan sayuran yang mak nyus dan membuat aku   ngiler   terus , tapi suatu waktu asam itu membuat perut teriris tatkala lambung ku meradang. Yaah itulah pengalamannya. Dia terkadang mersa sudh capek memikul badannya. Tapi mau bagaimana lagi, lawong perut serta istrinya juga masih perlu makan. Apa yaaa tega melihat sang pujaan hati yang sudah menemaninya hidup selama 50 tahun itu kelaparan?? Kliatannya dia itu tipe-tipe suami yang bertanggung jawab kok dengna keluarga nya Tubuhya renta terkadang kalah dengan cuaca. Yang   terkadang cuaca tersebut tak menenntu , kadang angin disertai terik matahari yang   sangat panas, atau malah lwannya, yaitu hujan lebat disertai dengan pe...

Jepretan di sekitar Candi Pawon

Pabrik tahu yang berada disekitar komples candi Pawon ini bisa kunjungi makan sekaligus belajar bagaimana membuat tahu mulai dari berupa kedelai hingga berbetuk kotak. hmmm yummy Kalau mau belanja oleh-oleh kerajinan khas seperti topeng batik dan beberapa cinderamata bisa juga lhoo dibeli disini. Tapi ingat yaa kalau nawar 45% dari harga asli yaa, terkadang mereka menawarjannya terlalu mahal, karena memang selain jarang dikunjungi oleh wisatawan, para pedagang disini pengennya laba gede. hehehe naaah. kalau yang ini saya lupa nama bapak pemiliknya, rumah beliau dijadikan salah satuspot untuk cadle light dinner. cukup merogoh kocek Rp. 1.500.000an atau US$ 100-150 per orang , cukup murah kan? Alhamdulillah sudah pernah coba.