Langsung ke konten utama

Indahnya Harmoni

DO RE MI FA SOL LA TI DO……
ITULAH ALUNAN NADA SOLMISASI YANG INDAH
KOMPOSISI SELALU LAHIR DARI PERBEDAAN NADATERSEBUT
KOMPOSISI SELALU HADIR UNTUK SEMUA
UNTUK SETIAP MANUSIA TANPA MEMANDANG SIAPA DIA
TUHAN………..
JIKA MEMANG PERBEDAAN ITU INDAH
MENGAPA KEHANCURAN HARUS ADA DI MUKA BUMI INI HANYA KARENA PERBEDAAN
TUHAN………..
JIKA MEMANG ITU ADALAH SUNNATULLOH MU
MENGAPA MEREKA SELALU HADIR UNTUK MENUMPAS PERBEDAAN
KETIKA MATA Q MELIHAT SEMUA INI
HARUSKAH Q MARAH PADA MEREKA
PADA MERAKA YANG TEALH MERUSAK INDAHNYA PERBEDAAN
KETIKA TELINGA MENDENGAR SEMUA INI
HARUSKAH Q TUTUPINYA DENGAN PUJIAN DAN GUNJINGAN YANGDATANGNYA BERTUBI-TUBI PADAKU
YANG BERASAL DARI MEREKA YANG MENGINGINKAN HANCURNYA PERBEDAAN DI DUNIA INI
MENGAPA INI
MENGAPA YA TUHAN???
MENGAPA ENGKAU MEEMBERIKAN COBAAN INI PADAKU
INGINKU MENGAKUI
INGINKU MEMBENCI
INGINKU MEMAKI
INGINKU MENCIBIRI
INGINKU MENGHANCURKAN INI
TAPI KU TAHU
TAPI KU PAHAM
BAHWA ENGKAU ADALAH MAHA TAU
MAHA YANG AKAN MENGATUR HIDUP Q
HIDUP SEORANG ANAK TUHAN
YOGYAKARTA, 19 Juni 2010

12.35am

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

Emboh …. ga eruh….. (1)

sebuah coretan ga penting   Buram pandangannya sudah, lebih dari 70 tahun dia menikmati asam garam dunia ini, terkadang terasa nikmat garam dunia malah juga terkadang malah membuat perih jika di taruh diatas luka jiwa ini. Terkadang asam ini nikmat sekali apalagi di tambahi dengan potongan sayuran yang mak nyus dan membuat aku   ngiler   terus , tapi suatu waktu asam itu membuat perut teriris tatkala lambung ku meradang. Yaah itulah pengalamannya. Dia terkadang mersa sudh capek memikul badannya. Tapi mau bagaimana lagi, lawong perut serta istrinya juga masih perlu makan. Apa yaaa tega melihat sang pujaan hati yang sudah menemaninya hidup selama 50 tahun itu kelaparan?? Kliatannya dia itu tipe-tipe suami yang bertanggung jawab kok dengna keluarga nya Tubuhya renta terkadang kalah dengan cuaca. Yang   terkadang cuaca tersebut tak menenntu , kadang angin disertai terik matahari yang   sangat panas, atau malah lwannya, yaitu hujan lebat disertai dengan pe...

Jepretan di sekitar Candi Pawon

Pabrik tahu yang berada disekitar komples candi Pawon ini bisa kunjungi makan sekaligus belajar bagaimana membuat tahu mulai dari berupa kedelai hingga berbetuk kotak. hmmm yummy Kalau mau belanja oleh-oleh kerajinan khas seperti topeng batik dan beberapa cinderamata bisa juga lhoo dibeli disini. Tapi ingat yaa kalau nawar 45% dari harga asli yaa, terkadang mereka menawarjannya terlalu mahal, karena memang selain jarang dikunjungi oleh wisatawan, para pedagang disini pengennya laba gede. hehehe naaah. kalau yang ini saya lupa nama bapak pemiliknya, rumah beliau dijadikan salah satuspot untuk cadle light dinner. cukup merogoh kocek Rp. 1.500.000an atau US$ 100-150 per orang , cukup murah kan? Alhamdulillah sudah pernah coba.