Langsung ke konten utama

Ayo Berkata ...................

Pernahkah kita berpikir jika kita berkata sesuatu yang menyakitkan tubuh kita akan berakibat parah di kemudian hari????????

Wooooooo.........

Ya itu lah yang terjadi. Ketika kita mengatakan pada diri :"KEPALA , KAMU SEKARANG PUSING YA!" dan diucapkan dengan sepenuh hati yang terjadi adalah rasa pusing yang entah kapan akan berhenti.

Atau coba Anda mengatakan pada bagian tubuh yang anda merasa sakit saat ini. Misalnya saja sekarang anda sakit perut yang melilit dan teramat sakit rasanya, coba anda berdialog dengan perut anda baik itu ketika sakitnya datang atau jika sudah sedikit merda tapi masih belum sembuh.

"Perut aku telah salah menilai mu selama ini, aku memasukkah segala hal kepadamu dan engkau sebenarnya telah menolaknya tetapi hatiku telah keras dan tuli mendengar rintihanmu, perut maafkan aku ya. Sekarang tolong bantu aku untuk sembuh."

Itu baru satu hal. Masalah perut

Jika yang sakit hati dan qolbu kita bagaimana.

Sekarang ijinkan saya untuk bercerita sedikit. Cerita ini datang dari negeri Hitler. Ya Jerman .

Sekitar minggu pertama bulan Januari tahun 2008 ini saya membacasebuah surat kabar nasional. Pada bagian INTERNASIONAL tertulis sebuah judul "Orang Terkaya ke-5 Jerman Bunuh Diri". Saat itu juga saya tertarik untuk mengetahui mengapa orang terkaya di negeri kaya itu ingin meninggalkan dunia yang indah ini kok dengan cara bunuh diri. Alhasil yang saya temukan adalah beliau bunuh diri dengan cara menabrakkan diri dengan sebuah kereta api yang melaju tidak lebih dari 200km/jam. Sungguh ironi memang

Lalu apa penyebabnya. Tidak lain beliau menelan kerugian sebesar Rp. 15 Triliun.

Angka yang fantastik memang.

Lalu apa hubungannya dengan penyakit qolbu?????????

Ternyata sebagian kerusakan dunia ini karena banyaknya orang yang rusak QOLBUnya. Bagaimana dia merusaknya.

Anda penasaran ingin mencoba merusak QOLBU anda. Sekarang coba anda berkata pada diri anda :

"Aku akan menguasai dunia dan aku tidak akan peduli bagaimana caranya yang pasti dunia harus menjadi milikku. Aku ingin punya uang yang nmelimpah tanpa peduli bagaimana memperolehnya, yang penting aku bisa makan dan makan makanan yang aku suka"

Hanya beberapa gelintir kata itu saja coba praktekkan.

Bangun tidur.

Akan berangkat sekolah atau ketika ingin ngantor.

Dalam beribadah.

Ketika makan.

ketika mau tidur.

Ada satu kegiatan yang saya masukkan diatas tadi yaitu DALAM BERIBADAH. Karena saya percaya do'a apapun akan dikabulkan oleh yang MAHA KUASA, MAHA PEMBERI REZEKI.

Ingat peristiwa Qorun, seorang ahli ibadah miskin yang menginginkan dirinya kaya dengan harta melimpah. Tetapi ketika Tuhan sudah memberikan dia kekayaan dia hanya berucap " KEKAYAAN ITU AKU DAPAT DENGAN KERJA KERAS KU SELAMA INI".

Lantas Anda akan memilih memberikan nasehat macam apa kepada Qolbu anda????

Ijinkan saya memberikan nasehat singkat pada Anda :

"Aku akan mati dan aku hanya budak Tuhan didunia ini. Laksanakan segala perintahNya"

Coba sekarang anda buktikan jika "Kita berkata sesuatu yang menyakitkan tubuh kita akan berakibat parah di kemudian hari??????"



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

perjalanan Lasem (1/2)

Pak Widji Soeharto (alm)  Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya. Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tu...

Belajar Hidup Ketika Berjalan di Jalan Raya

Sebagian dari kita sudah pasti pernah melakukan perjalanan, baik dalam kota maupun luar kota. Melewati jalan sempit, jalan perkotaan hingga jalan raya yang dimana semua jenis kendaraan berada disitu. Ada pula jalan tol yang tidak semua orang bisa melewatinya, bisa melewatinya tetapi ada syarat yang berlaku. Saya merasa akan menjadi seorang penguasa jalan tersebut ketika kendaraan yang saya pacu itu dapat melewati beberapa kendaraan lainnya, becak, delman, sepada, sepada motor, mobil roda emat hingga roda lebih dari enam buah. Ketika Anda mendahului becak sedang Anda menggunakan sepeda motor sudah bisa dipastikan tidak ada hambatan yang berarti, tetapi jika kita menggunakan sepeda itu akan terasa sulit jika akan mendahului sepeda motor. Jika bisa itupun karena sepeda motor harus mengantri untuk bisa melanjutkan perjalanan berikutnya. Lantas apa IMPIAN kita atau mau jadi apa kita ketika berada pada jalan yang banyak rupa ini. Mau jadi sebuah becak, yang dimana di sebagian kota besar...