Langsung ke konten utama

Titik Nol

Kalau Anda bertanya kepada orang-orang sukses dan meminta cerita suksesnya satu story pastilah mereka bercerita panjang lebar bagaimana posisi di titik nol, bukan pada capaian sukses yang telah dicapai. Karena di titik nol itu menggembirakan, dan membangggakan.
Ada suasana spiritualitas di titik nol adalah ketika orang-orang di titik nol saat tidak mempunyai apa-apa. Pada posisi yang paling rendah ini ada semacam kedekatan dengan Tuhan.
Siapapun Anda ketika masih di posisi titik nol nikmatilah, hadapilah bahwa itu awal untuk mencapai sukses yang lebih baik. Demikian ungkapan MISBAHUL HUDA Direktur PT Temprina Media Grafika dalam Titik Nol Suara Surabaya,
Setelah membaca dan mendengar ungkapan beliau, saya kemudian berpikir, ADA BERAPA BANYAK ORANG YANG MENIKMATI PADA POSISI NOL MEREKA?
Tentu sudah banayk orang yang dengan antusias menceritakan bagaimana dia sukses dan menggapainya dengan susah payah, bahkan tidak hanya itu saja mereka pun secara suka rela membagi resepnya secara gratis. Lantas bagi kita yang sekarang berada pada posisi NOL apakah sudah siap untuk menceritakan kesuksesan HIDUP ANDA, kepada orang lain, keluarga atau bahkan anak anda.
Suatu kebangggaan sendiri jika ANDA bisa mengutarakan kiat sukses menjalani bisnis, sukses mencapa cita-cita, bahkan sukses membina keluarga kepada mereka yang sedang menuju kesuksesan tersabut.
TTIK NOL, bukanlah penghalang untuk sukses, TITIK NOL bukanlah suatu momok yangharus ditakuti, karena titik nol adalah bayangan dar kesuksesan, dimana kesuksesan berada disitu TITIK NOL ANDA berada.
TITIK NOL juga bukan berarti kegagalan dan pukulan kalah telak bagi ANDA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

Emboh …. ga eruh….. (1)

sebuah coretan ga penting   Buram pandangannya sudah, lebih dari 70 tahun dia menikmati asam garam dunia ini, terkadang terasa nikmat garam dunia malah juga terkadang malah membuat perih jika di taruh diatas luka jiwa ini. Terkadang asam ini nikmat sekali apalagi di tambahi dengan potongan sayuran yang mak nyus dan membuat aku   ngiler   terus , tapi suatu waktu asam itu membuat perut teriris tatkala lambung ku meradang. Yaah itulah pengalamannya. Dia terkadang mersa sudh capek memikul badannya. Tapi mau bagaimana lagi, lawong perut serta istrinya juga masih perlu makan. Apa yaaa tega melihat sang pujaan hati yang sudah menemaninya hidup selama 50 tahun itu kelaparan?? Kliatannya dia itu tipe-tipe suami yang bertanggung jawab kok dengna keluarga nya Tubuhya renta terkadang kalah dengan cuaca. Yang   terkadang cuaca tersebut tak menenntu , kadang angin disertai terik matahari yang   sangat panas, atau malah lwannya, yaitu hujan lebat disertai dengan pe...

Jepretan di sekitar Candi Pawon

Pabrik tahu yang berada disekitar komples candi Pawon ini bisa kunjungi makan sekaligus belajar bagaimana membuat tahu mulai dari berupa kedelai hingga berbetuk kotak. hmmm yummy Kalau mau belanja oleh-oleh kerajinan khas seperti topeng batik dan beberapa cinderamata bisa juga lhoo dibeli disini. Tapi ingat yaa kalau nawar 45% dari harga asli yaa, terkadang mereka menawarjannya terlalu mahal, karena memang selain jarang dikunjungi oleh wisatawan, para pedagang disini pengennya laba gede. hehehe naaah. kalau yang ini saya lupa nama bapak pemiliknya, rumah beliau dijadikan salah satuspot untuk cadle light dinner. cukup merogoh kocek Rp. 1.500.000an atau US$ 100-150 per orang , cukup murah kan? Alhamdulillah sudah pernah coba.