Langsung ke konten utama

Emboh …. ga eruh….. (1)

sebuah coretan ga penting 

Buram pandangannya sudah, lebih dari 70 tahun dia menikmati asam garam dunia ini, terkadang terasa nikmat garam dunia malah juga terkadang malah membuat perih jika di taruh diatas luka jiwa ini. Terkadang asam ini nikmat sekali apalagi di tambahi dengan potongan sayuran yang mak nyus dan membuat aku ngiler terus , tapi suatu waktu asam itu membuat perut teriris tatkala lambung ku meradang. Yaah itulah pengalamannya.
Dia terkadang mersa sudh capek memikul badannya. Tapi mau bagaimana lagi, lawong perut serta istrinya juga masih perlu makan. Apa yaaa tega melihat sang pujaan hati yang sudah menemaninya hidup selama 50 tahun itu kelaparan??
Kliatannya dia itu tipe-tipe suami yang bertanggung jawab kok dengna keluarga nya
Tubuhya renta terkadang kalah dengan cuaca. Yang terkadang cuaca tersebut tak menenntu , kadang angin disertai terik matahari yang sangat panas, atau malah lwannya, yaitu hujan lebat disertai dengan petirnya.
Terkadang, dia melihat sang tuan pimpinnya hilir mudik dikawal dengan mobil besar, sampai-sampai dia tak bisa menyebrang untuk mencari nafkah. Yaa cuma mengais sampah kerjanya, terkadang juga membantu bersih-bersih rumah tetangga, kalau tetangga samping rumahnya sich tidak mungkin, toh sama-sama pegawai rumahan alias tukang ngambilin sampah di kompleks sebelah.
Itu komplek dimana sang tuan pimpinan tidur serta bercengkrama dengan istri dan dua orang anaknya.
Sang tuan pemimpin ga mau tidur di kota besar, katanya bising gitu, gak nyaman masa’ tiap kamis demo pake payung item-item gtu kan jadi ga enak boboknya, gak nyenyak. Palagi kalau pagi g bisa nyombongin diri pake mercedez ma temen-temen pembawa sirine di mobilnya masing.
“Ga tau tuch anak sang tuan pemimpin yang kedua malah belum kawin-kawin, mungkin dia alergi dengan cewek mungkin yaa”.
Kelakarnya saat melihat dari kejauhan sang tuang pemimpin sedang bermain dan bercegkrama dengan keluarga di luar halaman rumahnya.
Walah ati-ati lho ntar sang penjaga sang tuan pemimpin dengar kelakarku, nanti q malah di penjara di gebukin aq, lawong cuma ngrasani wae
Alkisah kemarin aja ada peternak kerbau ditangkap polisi gara-gara nulis inisial di bokong kerbaunya dengan inisial sang tuan pemimpin, padahal itu tulisan untuk mengetahui kota tujuan kemana kerbau itu akan dikirim, walah dalah dasar-dasar.
Memamng sang tuan pemimpin itu agak sedikit cengeng dan juga mudah tersinggung, heheheh
Uppsss kelepasan lagi ngomongin sang tuan pemimpin.
Sang istri pun juga menjadi tukang cuci di kompleks sang tuan pemimpi, terkadang dia juga mesti diperiksa sana sini kalau mau masuk komplek perumahan sang tuan pemimpin, padahal tempat kerja sang istri ini agak jauh dari rumah sang tuan pemimpin ya mungkin ada 3 blok lah bedanya.
Ya kayak diatas tadi sang tuan pemimpin sedikit cemen alias wedi alias takut apalagi kalau rumahnya kemasukan hal-hal yang berbau orang kere kayak kita ini. Turun pamor dia , lawong sama mbah dukunnya ga boleh alias pamali kalau orang Sunda bilang , ga’ ilok kalau orang Pasuruan bilang. DILARANG MEMASUKKAN BARANG-BARANG YANG MENGANDUNG KERE !!!! itu pesen mbah dukunnya. Jadi ya harus dipatuhi, padahal kalau ga salah sang tuang pemimpin ini dah haji dan juga bergelar akademisi paling tinggi lhoo yaitu S3. Ya mau gimana lagi kalau kayak gtu dah bawa’an orok nya.
Sampah belum juga banyak terkumpul, ehh tiba-tiba datang bodyguard baju cokelat muda. Sambil agak beringas mereka mengambil hasilnya. Eh ga cukup gtu, sampai di kantornya di tanya punya tanda pengenal ga?
Ya dijawablah dengan dia, “walah dalah pak, saya ini dah tua ngapain juga saya perlu KTP, bentar ladgi juga dah mati.” Dengan mrengut temen bodyguard itu menyentuh meja didepannya sampai segelas teh diatas sampai tumpah, gara-gara sentuhannya itu.

Tak bisa dielak lagi pak tua tadi lantas terkejut sambil ketawa ketiwi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

wisata asyik mengitari candi Pawon , magelang

Siapa yang pernah berwisata ke Candi Pawon??? Atau malah sebagian besar kita malah ndak tau dmana letak nya. Candi Pawon berada di jalur menuju borobudur dari arah Pabelan (jalan Jogja - Magelang). letaknya lebih kurang 6,5 km dari ujung jalan pabelan tersebut. Memang secara keterkenalan kompleks candi Pawon kalah tenar dengan dua candi pegapitnya, yaitu candi Borobudur ( berjarak 1750 m) dan candi Mendut (berjarak 1150 m) .  Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu(=abu) mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur., akan tetapi casparismengartikan perabuan.  Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta Vajra (=halilintar) dan anala (=api). Di dalam bilik candi ini sudah ditemukan lagi arca sehi...