Langsung ke konten utama

Pemuda Berani

Suatu ketika saya diajak oleh kawan saya untuk mengikuti suatu seminar yang sangat revolusioner menurut saya. Dalam seminar tersebut pembicara mengatakan, untuk menjadi seorang PEMIMPIN kita harus memiliki impian, tetapi impian saja tidak cukup ternyata kunci kedua yaitu KEBERANIAN. Keberanian itu bukan berarti kita tidak memiliki rasa takut, tetapi bagaimana logika rasional kita digunakan untuk mendapatkan impian itu.

Modal keberanian inilah yang membedakan PEMUDA INDONESIA dengan pemuda negara lain pada tahun 1948an atau pada saat tentara pasukan NICA dari Inggris dan sekutunya menggempur KOTA SURABAYA . Tentara NICA tidak akan kalah jika hanya dilawan dengan bambu runcing AREK-AREK SUROBOYO, tetapi mereka kalah dengan KEBERANIAN para pemuda untuk memperjuangkan imipian kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan semboyan MERDEKA ATAU MATI itulah Bung Tomo mengobarkan semagat dan menumbuhkan keberanian dalam diri AREK-AREK SUROBOYO.

Sudah layaklah kita sebagai intelektual muda bangsa yang akan memimpin bangsa dimasa mendatang kita juga harus memperjuangkan impian kita, impian bangsa kita dan berani melawan semua halangan serta rintangan yang mengganggunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

Emboh …. ga eruh….. (1)

sebuah coretan ga penting   Buram pandangannya sudah, lebih dari 70 tahun dia menikmati asam garam dunia ini, terkadang terasa nikmat garam dunia malah juga terkadang malah membuat perih jika di taruh diatas luka jiwa ini. Terkadang asam ini nikmat sekali apalagi di tambahi dengan potongan sayuran yang mak nyus dan membuat aku   ngiler   terus , tapi suatu waktu asam itu membuat perut teriris tatkala lambung ku meradang. Yaah itulah pengalamannya. Dia terkadang mersa sudh capek memikul badannya. Tapi mau bagaimana lagi, lawong perut serta istrinya juga masih perlu makan. Apa yaaa tega melihat sang pujaan hati yang sudah menemaninya hidup selama 50 tahun itu kelaparan?? Kliatannya dia itu tipe-tipe suami yang bertanggung jawab kok dengna keluarga nya Tubuhya renta terkadang kalah dengan cuaca. Yang   terkadang cuaca tersebut tak menenntu , kadang angin disertai terik matahari yang   sangat panas, atau malah lwannya, yaitu hujan lebat disertai dengan pe...

Jepretan di sekitar Candi Pawon

Pabrik tahu yang berada disekitar komples candi Pawon ini bisa kunjungi makan sekaligus belajar bagaimana membuat tahu mulai dari berupa kedelai hingga berbetuk kotak. hmmm yummy Kalau mau belanja oleh-oleh kerajinan khas seperti topeng batik dan beberapa cinderamata bisa juga lhoo dibeli disini. Tapi ingat yaa kalau nawar 45% dari harga asli yaa, terkadang mereka menawarjannya terlalu mahal, karena memang selain jarang dikunjungi oleh wisatawan, para pedagang disini pengennya laba gede. hehehe naaah. kalau yang ini saya lupa nama bapak pemiliknya, rumah beliau dijadikan salah satuspot untuk cadle light dinner. cukup merogoh kocek Rp. 1.500.000an atau US$ 100-150 per orang , cukup murah kan? Alhamdulillah sudah pernah coba.