Langsung ke konten utama

Jepretan di sekitar Candi Pawon

Pabrik tahu yang berada disekitar komples candi Pawon ini bisa kunjungi makan sekaligus belajar bagaimana membuat tahu mulai dari berupa kedelai hingga berbetuk kotak. hmmm yummy


Kalau mau belanja oleh-oleh kerajinan khas seperti topeng batik dan beberapa cinderamata bisa juga lhoo dibeli disini. Tapi ingat yaa kalau nawar 45% dari harga asli yaa, terkadang mereka menawarjannya terlalu mahal, karena memang selain jarang dikunjungi oleh wisatawan, para pedagang disini pengennya laba gede. hehehe

naaah. kalau yang ini saya lupa nama bapak pemiliknya, rumah beliau dijadikan salah satuspot untuk cadle light dinner. cukup merogoh kocek Rp. 1.500.000an atau US$ 100-150 per orang , cukup murah kan? Alhamdulillah sudah pernah coba.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

perjalanan Lasem (1/2)

Pak Widji Soeharto (alm)  Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya. Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tu...

Belajar Hidup Ketika Berjalan di Jalan Raya

Sebagian dari kita sudah pasti pernah melakukan perjalanan, baik dalam kota maupun luar kota. Melewati jalan sempit, jalan perkotaan hingga jalan raya yang dimana semua jenis kendaraan berada disitu. Ada pula jalan tol yang tidak semua orang bisa melewatinya, bisa melewatinya tetapi ada syarat yang berlaku. Saya merasa akan menjadi seorang penguasa jalan tersebut ketika kendaraan yang saya pacu itu dapat melewati beberapa kendaraan lainnya, becak, delman, sepada, sepada motor, mobil roda emat hingga roda lebih dari enam buah. Ketika Anda mendahului becak sedang Anda menggunakan sepeda motor sudah bisa dipastikan tidak ada hambatan yang berarti, tetapi jika kita menggunakan sepeda itu akan terasa sulit jika akan mendahului sepeda motor. Jika bisa itupun karena sepeda motor harus mengantri untuk bisa melanjutkan perjalanan berikutnya. Lantas apa IMPIAN kita atau mau jadi apa kita ketika berada pada jalan yang banyak rupa ini. Mau jadi sebuah becak, yang dimana di sebagian kota besar...