Langsung ke konten utama

Pemuda : catatan instropeksi hari lahir Pancasila (2)



Hari pancasila masih teringat ditelinga kita. ya awal bulan juni ini kita memepringatinya. seluruh elemen masyarakat dipertontonkan para penguasa berbicara tentang ketuhanan, tentang kemanusia dan keadilan. ya sekali lagi kita hanya menjadi penonton, bagi mereka yagn sedang bergurau memimpin negeri.
Awal dulu Bung Karno pernah berkata, "JAS MERAH, Jangan Sekali-kali melupakan Sejarah". ya memang kenyataannya kita tidak pernah lupa akan sejarah karena memang sebagian besar dari kita sudah belajar sejarah yang sudah diplintirkan yang sudah di bumbui oleh rasa rakus sang cecurut negeri.
Aku sadar sebagai seorang pemuda hendaklah yang semangat. aku pula berpikir bahwa semangat yang ditularkan oleh pendahulu ku kepada anak cucunya sudah selayaknya kita pelihara. tapiii , yaa itulah mengeluh dan mengeluh , generasi kita sekarang sebagian besar selalu mengeluh.
Bangun tidur mengeluh, mau tidur mengeluh, jangan-jangan saat diberi uang saku oleh orang tuanya mengeluh pula dia. hehehehehehe. Semau pihak dibangsa ini sekarang sedang mencari dan kemudian memelihara, apa jati diri pancasila dan bagaimana implementasimnya d era global ini. benarkah seorang yang siap maju dan terpandang di era global ini bisa tak meyakini tuhan sebagai pembuatnya? lantas bgaimana dia faham tentang kemanusiaan sedang pembuat manusia saja kita tak percaya. bagaimana pula bisa mempersatukan manusia satu dengan yang lain jika kita tak bisa mem[elajari dan memahami manusia itu sendiri lantas ditaruh dimana akal sehat yang selalu diakalahkan dengan jumlah pemilih terbanyak yaaa mungkin mimpi akan keadialan bagi semua hanya isapan jempol belaka.
wahai para pemuda bangsa, bangsa ini memang kerdil, karena kita melihatnya kedalam, bangsa ini memang miskin karena kita sendiri miskin, coba lihat laaah dari luar sana wahai pemuda. air tak semurah dan semelimpah di tanah air kita, hijaunya pohon tak setiap waktu bisa terlihat, hangatnya serta terpaan angin dipinggir pantai yang membuat kita berdiri diatas surga dunia, kemana kita harus mencari itu kesemuanya. tanah yang digalipun tak kurang-kurang memberi penghidupan.
itulah indonesia wahai sodara.
semoga tulisan ini bisa menjadi bahan instrooeksi saya dalam mengamalkan ilmu dan juga tekad bulat menjadi umat yang bermanfaat bagi kehidupan dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto

Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Alm. Pak Widji Soeharto (sumber: suaramerdeka.com) Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya.  Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tuanya ini, a...

perjalanan Lasem (1/2)

Pak Widji Soeharto (alm)  Batik Padi Boeloe Wiji Soeharto Memasuki Desa Babagan, sebuah kawasan pecinan tempat batik Lasem masih dikembangkan sebagai industri rumahan. Ada beberapa rumah yang menjadi sentra pembuatan batik dan siang yang disertai hujan itu kami singgah di rumah Wiji Soeharto (Sie Hoo Tjauw) pengusaha batik Lasem dengan merk “Padi Boeloe”. Dengan ramah Wiji menyapa dan mempersilakan kami melihat-lihat batik di rumah tuanya. Gaya dan tuturnya yang bersahaja membuat suasana cepat menjadi hangat seiring kisah-kisahnya yang tak beraturan perihal batik Lasem dan perjalanan dirinya. Satu persatu koleksinya dari yang paling sederhana hingga yang paling langka dibeberkan sambil menerangkan warna dan motifnya. Kisah pilunya mengalir datar tentang minimnya minat pengusaha geluti batik Lasem saat ini dan secara otomatis akibatkan menurunnya tenaga kerja yang terserap. Berbeda dengan kisahnya di tahun 1970an saat-saat awal Wiji jalankan bisnis batik warisan orang tu...

Weton - ku

Misteri Pranata Mangsa Oleh: Ki Hudoyo Doyodipuro, Occ Nama: Priyo Atmo Sancoyo Tgl. Lahir: 22 Juni 1989 Weton: Kamis Legi Mongso: Saddha Wuku: Sinta Dibawah ini adalah penjabaran Sifat/Karakter orang yang lahir pada Weton/Mongso/Wuku tersebut.. 1. Weton anda adalah Kamis Legi . Sifat/karakter orang yang lahir pada Weton tersebut, adalah:Mereka yang lahir pada hari Kamis Legi memiliki cita-cita yang mulia dan nilai-nilai yang tinggi. Mereka terkadang amat bijaksana, dikarenakan kemampuannya untuk melihat prospek jangka panjang dari suatu hal. Walaupun demikian, mereka harus mampu bersikap tabah dan berhati-hati jika ingin melihat keberhasilan ide-ide mereka yang besar. Masalahnya, meskipun kalangan ini cenderung berpandangan luas, mereka sering terjerumus dalam pernik-pernik kehidupan sehari-hari. Mereka termasuk tipe yang selalu membutuhkan pujian. Namun, kemungkinan dukungan tidak terlalu sulit diperolehnya, sebab mereka biasanya dikelilingi oleh banyak teman (kelompok ini terkenal ...